AI & Technology
Vercel Siap IPO, Guillermo Rauch: Lonjakan Pendapatan Didorong Agen AI

Ringkasan Artikel
- Vercel mencatat percepatan ARR dari US$100 juta menjadi US$340 juta dalam 26 bulan berkat ledakan aplikasi yang dibuat agen AI
- CEO Guillermo Rauch menyatakan perusahaan sudah beroperasi seperti perusahaan publik dan menilai pasar infrastruktur tak berbatas
- Perusahaan mendapat pendanaan terakhir US$300 juta pada valuasi US$9,3 miliar yang menempatkannya sebagai pesaing AWS dan Cloudflare di hosting aplikasi agen AI.
Vercel, platform hosting dan developer tools berusia sekitar 10 tahun, mengisyaratkan kesiapan untuk melantai di bursa setelah mencatat lonjakan pendapatan yang dipacu oleh proliferasi AI agents. CEO Guillermo Rauch menyampaikan sinyal tersebut saat tampil di konferensi HumanX di San Francisco pekan lalu, menegaskan perusahaan kini beroperasi dengan disiplin ala perusahaan publik meski belum menetapkan waktu pencatatan.
Pertumbuhan Pesat Didukung Agen AI
Menurut pernyataan Rauch dan laporan media, Vercel mencatat peningkatan annual recurring revenue (ARR) yang signifikan — dari sekitar US$100 juta pada awal 2024 menjadi run rate sekitar US$340 juta per akhir Februari 2026. Lonjakan itu, menurut perusahaan, terutama ditopang oleh ledakan pembuatan aplikasi oleh agen AI dan pengguna non-developer yang kini mampu menerbitkan layanan secara massal.
Rauch menggarisbawahi peran agen AI sebagai pengganda produksi perangkat lunak: "Agents are very prolific at deploying," katanya, dan menyebut sekitar 30% aplikasi yang berjalan di platform Vercel saat ini berasal dari agen. Vercel memposisikan diri sebagai tuan rumah utama untuk perangkat lunak yang diciptakan oleh agen-agen tersebut.
Sinyal IPO dan Kondisi Pasar
Ketika ditanya soal rencana IPO, Rauch mengatakan tidak ada kuartal tertentu yang bisa ia janjikan, namun menegaskan bahwa perusahaan "siap dan semakin siap setiap hari". Pernyataan ini muncul di tengah kondisi pasar modal yang berhati-hati: gelombang jual besar pada saham perusahaan perangkat lunak yang dipicu kekhawatiran terhadap gangguan AI telah membekukan sebagian pipeline IPO.
Rauch dan manajemen Vercel berharap bahwa ketika beberapa nama besar di sektor AI seperti SpaceX, Anthropic, atau OpenAI (jika memilih IPO) tampil di pasar, sentimen IPO bisa membaik dan membuka peluang bagi perusahaan teknologi lainnya untuk melantai.
Posisi Kompetitif dan Pendanaan Terakhir
Vercel terakhir kali dinilai US$9,3 miliar ketika menerima suntikan US$300 juta dalam putaran Seri F yang dipimpin Accel pada September lalu. Perusahaan bersaing langsung dengan layanan hosting besar seperti Amazon Web Services dan Cloudflare, sambil mengembangkan produk seperti v0, alat vibe-coding untuk membuat situs dan aplikasi.
Pertumbuhan yang dipaparkan manajemen menegaskan posisi Vercel di segmen infrastruktur yang melayani lonjakan pembuatan aplikasi berbasis AI. Namun, tantangannya meliputi menjaga margin saat beban hosting meningkat seiring volume aplikasi yang dideploy oleh agen otomatis dan mempertahankan diferensiasi produk di tengah kompetisi infrastruktur cloud.
Implikasi bagi Pelaku Industri dan Investor
Bagi investor dan pengambil keputusan perusahaan teknologi, pergeseran ke model produksi perangkat lunak yang didorong agen berarti peningkatan kebutuhan kapasitas hosting, orkestrasi, dan layanan edge. Vercel menargetkan peluang pasar infrastruktur yang menurut Rauch "tidak memiliki batas" — klaim yang akan diuji oleh dinamika kompetitif dan sentimen pasar modal.
Jika Vercel benar-benar mengajukan IPO, pencatatan akan menjadi tonggak penting bagi pasar infrastruktur cloud dan bisa menjadi indikator bagaimana publik menilai prospek bisnis yang berorientasi pada ekosistem agen AI.