AI & Technology
SambaNova Raih Pendanaan US$1 Miliar, Valuasi Tembus US$11 Miliar di Tengah Ledakan Permintaan AI Inference

Ringkasan Artikel
- SambaNova Systems mengamankan US$1 miliar dalam putaran Series F dengan valuasi US$11 miliar, hanya lima bulan setelah pendanaan besar sebelumnya
- Dana segar ini memperkuat posisinya di pasar AI inference on-premises, terutama lewat dukungan pelanggan besar seperti JPMorganChase dan kemitraan yang makin dalam dengan Intel.
SambaNova Systems kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pendanaan US$1 miliar pada valuasi US$11 miliar dalam first close putaran Series F. Putaran ini dipimpin General Atlantic dan datang hanya sekitar lima bulan setelah perusahaan chip AI asal Palo Alto itu meluncurkan chip SN50 serta menutup Series E senilai US$350 juta pada Februari. Bagi pasar AI, transaksi ini menegaskan bahwa infrastruktur inference masih menjadi salah satu area paling panas dalam perebutan investasi teknologi.
Pendanaan Besar di Tengah Ekspansi Produk
CEO sekaligus co-founder SambaNova, Rodrigo Liang, mengatakan masih ada beberapa investor tambahan yang akan masuk sehingga penutupan kedua Series F kemungkinan segera terjadi. Artinya, total dana yang dihimpun bisa bertambah dari angka awal US$1 miliar. Momentum pendanaan ini muncul setelah SambaNova memperkenalkan SN50, chip generasi terbaru yang dijadwalkan mulai dikirim ke pelanggan pada paruh kedua 2026, dengan SoftBank sebagai mitra deployment pertama.
Intel Makin Dekat, Strategi Go-to-Market Diperkuat
SambaNova juga memperdalam hubungan dengan Intel, yang sudah menjadi investor sejak Series C dan ikut berpartisipasi dalam pendanaan terbaru. Lima bulan lalu, kedua perusahaan mengumumkan kemitraan multi-tahun untuk pengembangan inference AI berbasis chip Xeon milik Intel, dan kini mereka juga mengembangkan produk bersama untuk dibawa ke pasar. Bagi SambaNova, kolaborasi ini penting karena memberi akses ke skala distribusi Intel sekaligus memperluas jangkauan komersialisasi teknologinya.
JPMorganChase Jadi Sinyal Pasar Enterprise
Di saat yang sama, SambaNova mengumumkan JPMorganChase sebagai inference-infrastructure partner. Sistem SN40L dan SN50 akan digunakan untuk menjalankan AI inference yang aman dan on-premises di lingkungan bank tersebut. Menurut Liang, keputusan JPMorganChase memakai SambaNova menjadi sinyal kuat bagi industri keuangan bahwa ketergantungan penuh pada cloud bukan lagi satu-satunya pilihan, terutama untuk model-model yang sangat sensitif dan membutuhkan kontrol infrastruktur yang lebih ketat.
Target Pasar: Sovereign Cloud, Neocloud, dan Enterprise
Liang menilai pertumbuhan terbesar masih berada di depan karena banyak perusahaan dan pemerintah baru memulai perjalanan AI mereka. SambaNova membidik tiga kelompok pelanggan utama: sovereign cloud yang didanai pemerintah lokal, neocloud, dan enterprise yang membangun sistem untuk kebutuhan internal. Selain JPMorganChase, perusahaan ini menyebut Saudi Aramco, Intel, dan sejumlah perusahaan Jepang sebagai pelanggan. Fokus utamanya ada pada premium inference untuk model berparameter sangat besar, yang menurut SambaNova bisa dipadatkan ke dalam satu rack agar tetap cepat dan efisien.
Dana Baru untuk Skala Bisnis dan Rantai Pasok
Modal segar dari Series F akan dipakai SambaNova untuk memperbesar skala bisnis sekaligus memperkuat rantai pasok. Liang menyebut permintaan yang datang sangat besar, sehingga perusahaan perlu memastikan pasokan material dan kapasitas produksi aman untuk memenuhi pesanan selama 12 bulan ke depan. Di pasar AI chip yang kompetitif, kemampuan mengeksekusi supply chain sama pentingnya dengan inovasi produk, terutama ketika pelanggan enterprise menuntut kepastian pengiriman dan keandalan sistem.