Economy
Portal Pengembalian Tarif AS 'CAPE' Alami Gangguan, Importir Keluhkan Klaim Tertunda

Ringkasan Artikel
- Peluncuran platform CAPE oleh U.S
- Customs and Border Protection (CBP) menghadapi masalah teknis sehingga beberapa importir tidak dapat mengajukan klaim pengembalian tarif IEEPA
- Kasus ini memengaruhi perusahaan kecil dan pengecer seperti Learning Resources, Busy Baby, serta pelaku industri seperti Bunch Bikes
- CBP menyatakan sedang menindaklanjuti laporan, sementara nilai potensi pengembalian mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar.
Peluncuran portal pengembalian tarif baru pemerintah AS, Consolidated Administration and Processing of Entries (CAPE), dilaporkan mengalami gangguan teknis sejak hari pertama operasi, membuat sejumlah importir besar dan usaha kecil tidak dapat mengajukan klaim. Gangguan ini terungkap setelah perusahaan mainan edukasi Learning Resources dan produsen perlengkapan bayi Busy Baby melaporkan pesan kesalahan dan masalah akun saat mencoba mengajukan pengembalian tarif yang dikenakan di bawah International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
Gangguan Akses dan Dampak pada Importir
CEO Learning Resources, Rick Woldenberg, menyatakan perusahaannya menerima pesan "system is currently experiencing high volume, please try again later" saat mengakses CAPE. Busy Baby melaporkan masalah Duplicate tax ID pada akun Automated Commercial Environment (ACE) yang dibutuhkan untuk mendaftar di CAPE, sementara pemilik Dame mengaku belum bisa menyelesaikan pengajuan klaim.
Kelompok advokasi usaha kecil Main Street Alliance menyampaikan beberapa anggotanya tidak bisa mengajukan atau mengalami kegagalan pengiriman klaim. Sumber dari pelaku industri seperti Bunch Bikes menjelaskan bahwa meski tarif dikembalikan, dampak bisnis — termasuk penurunan margin dan penurunan penjualan — tidak selalu bisa dipulihkan oleh pengembalian dana semata.
Skala Pengembalian dan Mekanisme CAPE
CBP mencatat lebih dari 56.000 importir telah mendaftar untuk pengembalian dan CAPE pada fase awal dapat memproses hingga 82% pembayaran bea IEEPA, senilai sekitar $127 miliar dari total hingga $175 miliar klaim potensial. CAPE menerima pengajuan baik untuk estimasi tarif maupun klaim yang difinalisasi dalam 80 hari terakhir, dengan janji CBP menyelesaikan pengembalian dalam 60–90 hari setelah klaim disetujui, kecuali terdapat kesalahan yang memerlukan koreksi.
Proses Teknis dan Tuntutan Kepada CBP
Masalah meliputi kegagalan autentikasi akun ACE, antrian akses karena lonjakan volume, dan respons layanan pelanggan yang lambat; Busy Baby melaporkan menunggu lebih dari empat jam di saluran bantuan CBP. CBP menyatakan sedang menyelidiki laporan gangguan dan memberi nomor tiket dukungan, tetapi beberapa pelapor belum menerima tindak lanjut yang memadai.
Perusahaan jasa logistik besar seperti UPS, FedEx, dan DHL juga sudah mengajukan permintaan pengembalian terkait bea yang dibebankan pada pengiriman; keterlambatan pemrosesan klaim berpotensi menambah tekanan likuiditas bagi importir dan rantai pasok yang bergantung pada arus kas cepat.
Implikasi untuk Konsumen dan Ritel
Ada pertanyaan apakah konsumen akan menerima bagian dari pengembalian ini, mengingat banyak pengecer menaikkan harga atau mengenakan biaya tarif saat beban bea berlaku. Analis ritel Deborah Weinswig dari Coresight Research menilai banyak pengecer menyerap sebagian biaya agar tidak kehilangan pelanggan, sehingga pengembalian tarif tidak otomatis diteruskan ke konsumen dalam bentuk pengembalian tunai.
Dalam praktiknya, beberapa pengecer mungkin menawarkan kupon atau kredit sebagai solusi hubungan pelanggan, tetapi para pelaku usaha menyatakan bahwa pengembalian CAPE lebih krusial untuk memperbaiki neraca perusahaan daripada mengembalikan harga ke konsumen.
Langkah Selanjutnya dan Saran Untuk Importir
CBP mengimbau importir yang mengalami masalah untuk terus melaporkan gangguan melalui saluran resmi dan menyimpan bukti tiket dukungan. Para importir disarankan memverifikasi kesesuaian data akun ACE—termasuk Nomor Identifikasi Pajak—sebelum mengajukan klaim untuk mengurangi risiko kesalahan administratif yang dapat memperpanjang proses.
Dengan potensi pengembalian mencapai puluhan hingga ratusan miliar dolar, kecepatan dan keandalan CAPE akan menjadi penentu utama pemulihan likuiditas untuk banyak importir serta stabilitas harga di pasar ritel. CBP perlu mempercepat perbaikan teknis dan meningkatkan dukungan administratif agar janji 60–90 hari pembayaran klaim dapat dipenuhi.