AI & Technology
Lima Startup Eropa Jadi Unicorn pada Awal 2026, Dari Keamanan Siber Hingga AI Pertahanan

Ringkasan Artikel
- Januari 2026 melahirkan lima unicorn Eropa yang menarik modal besar dari investor global
- Perusahaan tersebut berfokus pada keamanan siber, optimisasi cloud untuk AI, teknologi pertahanan, ESG software, dan edtech
- Langkah pendanaan ini mencerminkan minat investor pada solusi infrastruktur AI dan pertumbuhan SaaS berorientasi enterprise.
Januari 2026 mencatat gelombang baru valuasi di ekosistem startup Eropa: lima perusahaan teknologi mencapai status unicorn setelah putaran pendanaan besar. Kelima perusahaan — Aikido Security, Cast AI, Harmattan AI, Osapiens, dan Preply — menerima modal strategis dari investor global yang menilai potensi pertumbuhan pada bidang keamanan siber, infrastruktur AI, pertahanan otonom, perangkat lunak ESG, dan pembelajaran bahasa berbasis teknologi.
Profil Singkat Para Unicorn
Aikido Security, berkantor pusat di Belgia, dikabarkan meraih status unicorn melalui putaran Seri B senilai $60 juta yang dipimpin oleh DST Global dan diikuti PSG Equity, Singular, Notion Capital, serta investor lainnya. Perusahaan mengembangkan platform yang menyatukan keamanan sepanjang siklus pengembangan perangkat lunak dan mengklaim peningkatan pendapatan lima kali lipat serta pertumbuhan pelanggan hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Cast AI, perusahaan optimisasi cloud dengan akar Lithuania dan kantor besar di Vilnius meski berkantor pusat di Florida, masuk daftar setelah investsi strategis dari Pacific Alliance Ventures (unit ventura Shinsegae Group). Cast AI diposisikan sebagai penyedia solusi untuk menjalankan beban kerja AI pada lebih sedikit GPU melalui produk seperti OMNI Compute for AI.
Unicorn dari Sektor Pertahanan dan ESG
Harmattan AI, pendatang baru yang didirikan pada 2024 di Prancis, dinilai sekitar $1,4 miliar setelah putaran Seri B $200 juta yang dipimpin Dassault Aviation. Harmattan AI telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Prancis dan Inggris serta kolaborasi dengan pembuat drone Ukraina, menunjukkan pergeseran modal ventura ke solusi otonom untuk kebutuhan pertahanan.
Osapiens, perusahaan perangkat lunak ESG asal Jerman, mendapat suntikan modal Seri C $100 juta yang dipimpin Decarbonization Partners (joint venture BlackRock dan Temasek) dan kini bernilai di atas $1,1 miliar. Osapiens melayani lebih dari 2.400 pelanggan global untuk pelaporan keberlanjutan dan mitigasi risiko rantai pasok.
Edtech dan Akar Global
Preply, marketplace pembelajaran bahasa yang berdiri 14 tahun lalu dan memiliki tim besar di Kyiv, Barcelona, London, dan New York, mencapai valuasi sekitar $1,2 miliar setelah putaran Seri D $150 juta. Pendiri dan CEO Kirill Bigai menyatakan dana akan dipakai untuk merekrut talenta AI dan memperkuat produk pembelajaran yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
TechCrunch juga mencatat fenomena EU roots, Delaware incorporation — beberapa startup yang dianggap Eropa tetap berinkorporasi di luar wilayah Uni Eropa, sebuah praktik yang tetap umum hingga munculnya struktur korporasi Pan-Eropa yang lebih seragam.
Dampak pada Lanskap Pendanaan dan Industri
Putaran pendanaan ini menandai preferensi investor institusional terhadap perusahaan yang menawarkan solusi infrastruktur AI, keamanan perangkat lunak, dan layanan enterprise-ready. Kehadiran investor strategis seperti DST Global, Shinsegae Group melalui PAV, Dassault Aviation, serta Decarbonization Partners menunjukkan kombinasi modal finansial dan korporasi yang menargetkan sinergi produk-langganan.
Bagi pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan industri di Eropa, gelombang unicorn ini menggarisbawahi kebutuhan memperkuat ekosistem talenta, akses modal tahap lanjut, serta regulasi yang mendukung pertumbuhan perusahaan teknologi kompleks—termasuk di bidang pertahanan dan data sensitif.
Apa Yang Perlu Dimonitor Ke Depan
Investor dan korporasi harus memantau metrik komersial seperti pertumbuhan pendapatan berulang, tingkat retensi pelanggan enterprise, serta kepatuhan regulasi—terutama untuk perusahaan yang menargetkan sektor pemerintahan dan rantai pasok lintas negara. Valuasi unicorn bukan jaminan keberhasilan komersial; uji pasar dan eksekusi produk tetap menjadi tolok ukur utama.
Sekelompok startup Eropa yang mencapai unicorn pada awal 2026 merepresentasikan pergeseran modal ke solusi yang menggabungkan AI, cloud economics, dan keberlanjutan. Nama-nama seperti Aikido Security, Cast AI, Harmattan AI, Osapiens, dan Preply akan menjadi panel penting yang menentukan arah investasi teknologi Eropa dalam 12–24 bulan ke depan.