Finance & Investment
IPO Superbank Resmi Melantai di BEI, Saham SUPA Melonjak 24,41% dan Raup Rp2,79 Triliun

Ringkasan Artikel
- PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) memulai debutnya di Bursa Efek Indonesia dengan respons pasar yang sangat kuat, ditandai kenaikan harga saham pada pembukaan dan oversubscription lebih dari 318 kali
- Dana jumbo dari IPO ini mempertegas strategi Superbank untuk memperkuat kredit, infrastruktur digital, dan ekspansi jangka panjang.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 17 Desember 2025, lewat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, saham SUPA langsung bergerak naik 155 poin atau 24,41 persen ke level Rp790 per saham, menandakan sambutan positif dari pasar sejak hari pertama pencatatan.
Dana Rp2,79 Triliun dari Penawaran Perdana
Dalam aksi korporasi ini, Superbank menetapkan harga IPO di Rp635 per saham dan melepas 4,4 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, sekaligus membuat perseroan menghimpun dana segar senilai Rp2,79 triliun. Periode penawaran umum berlangsung pada 10-15 Desember 2025 sebelum akhirnya saham resmi diperdagangkan di BEI.
Mayoritas Dana untuk Kredit, Sisanya ke Belanja Modal Digital
Berdasarkan prospektus, sekitar 70 persen dana hasil IPO akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja, terutama dalam penyaluran kredit. Sisa dana akan digunakan sebagai belanja modal mulai 2026 hingga lima tahun ke depan. Fokusnya mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembiayaan, sistem pembayaran digital, infrastruktur teknologi informasi, penguatan operasional, investasi kecerdasan buatan dan analitik data, serta peningkatan sistem keamanan siber.
Superbank Bidik Ekspansi Jangka Panjang
Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyebut pencatatan saham di BEI sebagai babak baru bagi perusahaan. Menurut dia, dukungan pemegang saham dan ekosistem digital yang kuat membuat Superbank semakin siap memperluas akses kredit, mempercepat inovasi produk, dan menghadirkan layanan keuangan yang aman serta relevan bagi jutaan masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa modal hasil IPO akan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Oversubscription 318,69 Kali Jadi Sinyal Kuat Minat Investor
Di sisi pasar, IPO SUPA mencatat permintaan yang sangat besar dengan oversubscription hingga 318,69 kali dan lebih dari 1 juta order investor. CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai lonjakan permintaan ini menjadi bukti kuat bahwa pasar menyambut prospek Superbank sebagai bank digital dengan antusias. Ia juga melihat kondisi tersebut sebagai sinyal positif bagi likuiditas perdagangan saham pascapencatatan sekaligus katalis bagi perkembangan sektor perbankan digital di Indonesia.