Finance & Investment
Harga Emas Perhiasan Naik Pada 6 Januari 2026, Antam Dan Pedagang Lokal Catat Dampak

Ringkasan Artikel
- Harga perhiasan emas mengalami kenaikan pada 6 Januari 2026, dipengaruhi oleh reli harga emas dunia dan pelemahan rupiah
- PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat menyesuaikan harga buyback dan jual emas batangan, mendorong pedagang perhiasan menyesuaikan markup
- Kenaikan memberi sinyal potensi peningkatan permintaan investasi tetapi menekan margin ritel perhiasan dalam jangka pendek.
Pada Selasa, 6 Januari 2026, harga perhiasan emas di pasar ritel Indonesia tercatat naik signifikan seiring dengan peningkatan harga emas dunia dan sentimen mata uang. Perubahan harga ini terlihat dari penyesuaian harga jual di gerai-gerai perhiasan serta perubahan kebijakan buyback pada produk emas batangan yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Kenaikan membawa implikasi langsung bagi konsumen, produsen, dan pedagang perhiasan—dari margin penjualan hingga strategi pembelian investor ritel.
Faktor Penyebab Kenaikan
Kenaikan harga perhiasan pada 6 Januari 2026 terutama didorong oleh naiknya harga spot emas internasional yang menanggapi sentimen pasar global, termasuk tekanan inflasi dan langkah kebijakan moneter di beberapa negara besar. Selain itu, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS turut memperkuat tekanan kenaikan harga lokal, karena harga emas internasional dikutip dalam dolar.
Di dalam negeri, Antam sebagai penentu referensi harga emas batangan menyesuaikan harga jual dan buyback. Penyesuaian harga dari perusahaan tambang dan pemurnian tersebut langsung memengaruhi harga acuan di toko perhiasan dan marketplace logam mulia.
Dampak Pada Industri Perhiasan dan Ritel
Bagi produsen dan peritel perhiasan, kenaikan harga memasukkan tekanan pada struktur biaya dan strategi penetapan harga. Beberapa perajin dan toko kecil yang membeli stok dengan modal mengikat menghadapi penurunan margin bila tidak segera menyesuaikan harga jual. Sementara itu, jaringan ritel besar dan platform e-commerce cenderung menyesuaikan markup untuk menjaga volume penjualan sambil menimbang daya beli konsumen.
Perusahaan pembiayaan dan lembaga seperti Pegadaian yang menyediakan layanan gadai emas dan buyback juga akan melihat pergerakan volume transaksi: harga naik sering mendorong peningkatan permintaan gadai dari pemilik perhiasan serta aktivitas buyback dari investor yang memanfaatkan nilai pasar yang lebih tinggi.
Respon Korporasi dan Pelaku Pasar
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sebagai produsen resmi menyesuaikan harga acuan emas batangan, yang menjadi patokan bagi pedagang perhiasan. Beberapa pengecer besar mengumumkan pembaruan harga di etalase dan kanal daring pada hari yang sama. Selain itu, asosiasi perhiasan lokal menyatakan akan memonitor kondisi pasokan dan permintaan untuk mengantisipasi fluktuasi yang lebih tajam.
Investor individu yang memandang emas sebagai aset lindung nilai (hedge) kemungkinan meningkatkan pembelian emas batangan, sementara pembeli perhiasan untuk kepentingan konsumsi cenderung menunda pembelian sampai harga stabil.
Konteks Regulasi dan Rekomendasi Singkat
Dari sisi regulasi, perubahan harga komoditas seperti emas tidak memerlukan intervensi langsung, namun otoritas seperti Bank Indonesia tetap menjadi pengamat utama terhadap dampak fluktuasi harga dan nilai tukar pada stabilitas makro. Untuk pelaku bisnis, manajemen risiko harga melalui kontrak pasokan, strategi penetapan harga dinamis, dan diversifikasi produk dapat membantu meredam dampak volatilitas.
Bagi konsumen dan investor, pendekatan yang disarankan adalah memantau harga acuan resmi Antam dan membandingkannya dengan harga pasar ritel, serta mempertimbangkan tujuan pembelian—investasi jangka panjang atau konsumsi—sebelum melakukan transaksi pada periode volatilitas.
Penutup
Kenaikan harga perhiasan pada 6 Januari 2026 mencerminkan keterkaitan kuat antara harga emas internasional, nilai tukar rupiah, dan kebijakan penetapan harga korporasi seperti Antam. Perubahan ini menuntut respons cepat dari produsen, pengecer, dan konsumen untuk menyesuaikan strategi transaksi dan manajemen risiko dalam jangka pendek hingga menengah.