Finance & Investment
Harga Emas Digital Terkikis 26 Februari 2026, Investor Ritel Geser ke Antam dan Platform Online

Ringkasan Artikel
- Harga emas digital pada 26 Februari 2026 cenderung melemah seiring koreksi harga emas global dan penguatan rupiah
- Platform seperti Lakuemas, IndoGold, Treasury, dan ShariaCoin mencatat perbedaan spread beli-jual yang memengaruhi keputusan investor ritel
- Permintaan terhadap produk batangan Antam (ANTM) dan layanan pegadaian tetap menjadi titik tumpu investor konservatif.
JAKARTA — Harga emas digital pada Kamis, 26 Februari 2026, terpantau mengalami tekanan, mendorong sebagian investor ritel menimbang kembali pilihan antara membeli emas digital di platform online dan produk fisik seperti emas batangan Antam (PT Aneka Tambang Tbk/ANTM). Pergerakan ini dipengaruhi oleh dinamika harga emas global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, sehingga memengaruhi spread antara harga beli dan jual di penyedia layanan emas digital.
Pergerakan Harga dan Perbedaan Platform
Pantauan harga pada 26 Februari 2026 menunjukkan platform perdagangan emas digital utama mencatat kondisi berbeda-beda. PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas) tercatat menawarkan harga beli Rp2.873.000 per gram dan harga jual Rp2.800.000 per gram, sementara IndoGold, Treasury, dan ShariaCoin melaporkan variasi harga yang dipengaruhi biaya layanan dan mekanisme konversi ke fisik.
Investor.id mengutip bahwa koreksi harga global membuat penyedia emas digital menyesuaikan harga jual secara konservatif. Spread antara harga beli dan jual menjadi faktor penting yang mendorong sebagian investor—terutama yang bertransaksi frekuensi tinggi—untuk menimbang alternatif seperti membeli emas batangan Antam atau menyimpan di Pegadaian agar bisa segera mencairkan fisik jika diperlukan.
Daya Tarik Emas Digital untuk Investor Ritel
Meskipun tekanan harga, minat masyarakat terhadap emas digital tetap tumbuh karena akses yang mudah, kemampuan membeli dengan nominal kecil, dan integrasi dengan aplikasi fintech. Produk digital dari platform seperti Lakuemas dan IndoGold menarik investor pemula yang ingin memulai akumulasi emas secara berkala tanpa perlu menyimpan fisik.
Namun, profesional keuangan dan investor korporasi mengingatkan bahwa emas digital memiliki risiko likuiditas dan spread yang berbeda dibandingkan emas fisik. Biaya konversi ke fisik dan waktu penyerahan menjadi pertimbangan utama saat harga mengalami volatilitas.
Dampak ke Pasar Perhiasan dan Antam
Perubahan harga emas digital juga berimplikasi pada permintaan emas perhiasan dan batangan Antam. Kenaikan harga emas Antam sebelumnya mendorong aktivitas beli pada segmen batangan sebagai lindung nilai. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai produsen batangan emas menjadi titik rujukan harga fisik nasional, sementara Pegadaian dan butik emas lokal mencatat fluktuasi permintaan tergantung sentimen pasar.
Rekomendasi dan Prospek
Para analis menyarankan investor ritel untuk membandingkan biaya total—termasuk spread, biaya konversi, dan waktu penyerahan—sebelum memilih antara emas digital atau emas fisik. Untuk tujuan tabungan jangka panjang, pembelian berkala di platform digital bisa efisien; sedangkan bagi investor yang memprioritaskan kepemilikan fisik dan likuiditas langsung, membeli emas batangan Antam atau layanan Pegadaian tetap relevan.
Pasar emas diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan pergerakan dolar AS. Investor disarankan memantau update harga dari penyedia seperti Lakuemas, IndoGold, Treasury, ShariaCoin, serta pergerakan harga emas Antam (ANTM) untuk menyesuaikan strategi investasi.