Business Strategy
Builders Stage TechCrunch Disrupt 2026 Hadirkan Agenda Skalasi Startup, Fundraising, dan Strategi AI

Ringkasan Artikel
- Builders Stage di TechCrunch Disrupt 2026 dirancang untuk founder yang sudah melewati fase awal dan kini menghadapi tantangan skalasi, mulai dari pendanaan, perekrutan, hingga membangun mesin go-to-market
- Di tengah dominasi AI, agenda ini menegaskan bahwa disiplin eksekusi dan fondasi bisnis tetap menjadi pembeda utama startup yang bertahan.
TechCrunch kembali menghadirkan Builders Stage dalam ajang Disrupt 2026, sebuah panggung yang difokuskan untuk membahas cara membangun dan memperbesar perusahaan rintisan secara lebih praktis. Forum ini akan mempertemukan founder, operator startup, dan investor untuk mengulas keputusan-keputusan bisnis yang paling menentukan saat perusahaan mulai tumbuh.
Agenda untuk founder yang siap naik kelas
Builders Stage menjadi salah satu dari enam panggung bertema industri di Disrupt 2026. Fokus utamanya adalah membantu founder menghadapi tantangan pertumbuhan, mulai dari menggalang modal, merekrut talenta terbaik, membangun mesin go-to-market, hingga mempersiapkan transisi dari pendanaan seed ke Series A. Setiap sesi dirancang agar peserta membawa pulang strategi yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar wawasan umum.
Sorotan sesi: dari AI hingga fundraising awal
Sejumlah sesi di agenda awal memperlihatkan arah diskusi yang sangat relevan dengan kondisi pasar saat ini. Ada panel "How to Win When You’re Not Building AI" bersama Shan Shan dari Baillie Gifford dan Yuri Sagalov dari General Catalyst, yang menyoroti pentingnya pertumbuhan efisien, retensi, kualitas pendapatan, dan eksekusi disiplin di tengah pasar yang terobsesi AI. Ada pula sesi "What Happens When OpenAI Ships Your Roadmap" yang membahas risiko saat produk startup beririsan dengan roadmap raksasa AI seperti OpenAI atau Anthropic, termasuk pertanyaan tentang defensibilitas bisnis.
Pendanaan pre-seed dan tantangan membangun tanpa produk
Agenda Builders Stage juga menyinggung fase paling awal pendanaan, lewat sesi "Winning Pre-Seed Without a Product". Sesi ini menghadirkan Puneet Agarwal dari True Ventures, Austin Clements dari Slauson and Co, dan Sandhya Venkatachalam dari Axiom Partners. Bahasannya relevan bagi founder yang harus meyakinkan investor sebelum produk jadi, ketika yang dinilai adalah cerita bisnis, keyakinan tim, dan kesesuaian founder dengan pasar, bukan pendapatan atau traction yang sudah terbukti.
Ketika produk awal harus siap untuk skala besar
Salah satu sesi lain yang menonjol adalah "From MVP to Billions of Users: How Product Decisions Must Change at Scale" bersama Robby Stein, VP Product Google. Pesan yang dibawa jelas: keputusan produk yang tepat untuk MVP belum tentu cocok ketika basis pengguna membesar secara masif. Ini menjadi pengingat penting bagi startup yang mulai menemukan product-market fit bahwa tantangan berikutnya bukan lagi sekadar membangun fitur, melainkan mendesain ulang produk, operasional, dan pengalaman pengguna untuk skala yang jauh lebih besar.
Nilai bisnis di tengah kompetisi startup yang makin padat
Secara bisnis, Builders Stage menunjukkan bahwa kebutuhan utama startup saat ini bukan hanya inovasi teknologi, tetapi juga kemampuan mengeksekusi pertumbuhan secara efisien dan tahan lama. TechCrunch menyebut Disrupt 2026 akan dihadiri lebih dari 10.000 founder, investor, startup operator, dan pemimpin teknologi di Moscone Center, San Francisco, pada 13-15 Oktober. Dengan tiket yang disebut bisa hemat hingga US$330 sebelum harga naik, acara ini jelas diposisikan sebagai titik temu penting bagi ekosistem startup yang sedang mencari modal, arah produk, dan strategi untuk bertahan di era AI.