• Program
  • Learning Series
  • Event
  • Insights
  • About Us

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Diskon Hingga 20% Bootcamp Business Blueprint Batch 8

Secure your seat!

Sevenpreneur is a global launchpad empowering entrepreneurs to scale their ventures and thrive on the world stage.

PT Pengusaha Muda Indonesia

Soho Capital Floor 19, Podomoro City, Jl. Letjend S.Parman Kav.28, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia

Sevenpreneur on Social Media

Contact Us

Got questions about our program? We’re happy to help at

event@sevenpreneur.com

For general inquiries, reach us anytime at

info@sevenpreneur.com

    Legal & Accessibility

  • Privacy Policy
  • Terms & Conditions
  • Refund and Return Policy

Copyright © 2025 Sevenpreneur. All rights reserved.

Finance & Investment

Asing Kembali Net Buy, BMRI BUMI dan TLKM Diserbu Pembeli

Akmal Luthfiansyah

Akmal Luthfiansyah

7 February 2026 · 2 mins read

Asing Kembali Net Buy, BMRI BUMI dan TLKM Diserbu Pembeli

Ringkasan Artikel

  • Investor asing mencatat net buy Rp944,3 miliar pada 6 Februari 2026, mengubah tren jual bersih tahun berjalan
  • Bank Mandiri (BMRI) menjadi penerima terbesar dana asing, disusul Bumi Resources (BUMI) dan Telkom Indonesia (TLKM)
  • Di sisi lain, BRI dan BCA masih menjadi objek jual bersih, sementara IHSG pada hari itu anjlok 2,08% ke 7.935,2.

Investor asing kembali mencatat aliran modal masuk pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026, setelah berbulan-bulan mencatat aksi jual bersih. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan net buy asing sebesar Rp944,3 miliar di seluruh pasar, dengan porsi terbesar mengalir ke saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Peristiwa ini penting karena mengurangi akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan yang masih tercatat Rp11,01 triliun.

Rincian Aliran Modal Asing

Di pasar reguler, BMRI menerima net buy terbesar senilai Rp679,9 miliar, menandakan minat investor asing pada sektor perbankan, khususnya bank milik negara dengan kapitalisasi besar. Saham BUMI menjadi pilihan kedua asing dengan net buy Rp171,4 miliar, diikuti TLKM yang dicatat net buy Rp157,6 miliar. Pergerakan ini menunjukkan kombinasi preferensi antara saham perbankan, komoditas, dan telekomunikasi.

Sebaliknya, transaksi jual bersih asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp213,5 miliar, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp109,1 miliar. Pola ini merefleksikan rotasi sektor di antara big caps: asing melepas beberapa saham bank besar sambil mengakumulasi bank lain dan nama-nama nonkeuangan.

Dampak ke IHSG dan Sentimen Pasar

Meskipun asing melakukan net buy, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap tertekan pada hari yang sama, ditutup anjlok 168,6 poin atau 2,08% ke level 7.935,2. Sebanyak 673 saham melemah, 118 naik, dan 167 stagnan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp19,2 triliun. Pelemahan indeks menunjukkan bahwa arus modal asing hanya memitigasi sebagian tekanan pasar yang dipicu faktor eksternal dan lokal.

Mayoritas sektor mengalami koreksi; hanya sektor transportasi yang menguat tipis 0,53%. Kondisi ini menandakan adanya risiko sektoral di tengah pergeseran preferensi investor dan berita global yang mempengaruhi sentimen secara makro.

Analisis dan Implikasi Bagi Korporasi

Bank Mandiri (BMRI) mendapat manfaat langsung dari pembelian asing, yang dapat mendorong likuiditas dan mendukung harga saham jangka pendek. Bumi Resources (BUMI) yang bergerak di bisnis pertambangan terlihat menarik bagi asing — kemungkinan karena eksposurnya terhadap harga komoditas global atau valuasi yang kompetitif. Sementara itu, pembelian di Telkom Indonesia (TLKM) mencerminkan minat pada profil pendapatan stabil dan dividen perusahaan telekomunikasi.

Namun, penjualan di saham BBRI dan BBCA menandakan bahwa investor asing memilih rebalancing portofolio; hal ini berimplikasi pada manajemen korporasi besar untuk lebih aktif mengomunikasikan prospek likuiditas, kinerja, dan kebijakan dividen demi menarik investor institusional asing.

Kesimpulan dan Perkembangan yang Perlu Dipantau

Aliran net buy asing pada 6 Februari 2026 memberi jeda terhadap tekanan jual asing tahun berjalan, tetapi belum cukup mengubah akumulasi net sell Rp11,01 triliun. Pasar perlu memantau kelanjutan aliran modal asing dalam beberapa sesi berikutnya, rencana aksi korporasi di bank-bank besar, serta data ekonomi global yang dapat mempengaruhi sentimen investor asing.

Bursa Efek Indonesia, otoritas, dan emiten besar harus terus memantau volatilitas likuiditas pasar—termasuk respons terhadap kebijakan moneter global dan perkembangan harga komoditas—karena kombinasi faktor tersebut akan menentukan apakah net buy ini bersifat sementara atau awal pemulihan aliran modal luar negeri.

Table of Contents

Asing Kembali Net Buy, BMRI BUMI dan TLKM Diserbu Pembeli

Rincian Aliran Modal Asing

Dampak ke IHSG dan Sentimen Pasar

Analisis dan Implikasi Bagi Korporasi

Kesimpulan dan Perkembangan yang Perlu Dipantau

Share